مريم
Maryam (Siti Maryam)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 64
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ لَهُۥ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا
64. Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali atas perintah Tuhanmu. Milik-Nya segala yang ada di hadapan kita, yang ada di belakang kita dan segala yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidak lupa.
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 64
(64) Rasulullah pernah sekali merasakan keterlambatan Jibril عليه السلام untuk mendatangi beliau (dengan wahyu), maka Rasulullah berkata kepadanya, "Seandainya engkau datang lebih sering kepadaku dari sebelumnya," karena kerinduan beliau kepadanya dan kerisauan lantaran berpisah dengannya, supaya hati beliau menjadi tenang dengan kedatangannya. Maka lewat lisan malaikat Jibril, Allah تعالى menurunkan, ﴾ وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمۡرِ رَبِّكَۖ ﴿ "Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Rabbmu," maksudnya kami tidak memiliki wewenang sama sekali dalam (pengaturan) urusan-urusan. Jika Dia memerintahkan kami, pasti kami segera melaksanakan perin-tahNya, tidak melanggar perintahNya. Sebagaimana Allah men-ceritakan tentang mereka, ﴾ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ 6 ﴿ "Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka, dan mereka selalu mengerjakan apa yang diperintah-kan." (At-Tahrim: 6). Kami hanyalah hamba yang diperintah. ﴾ لَهُۥ مَا بَيۡنَ أَيۡدِينَا وَمَا خَلۡفَنَا وَمَا بَيۡنَ ذَٰلِكَۚ ﴿ "KepunyaanNya-lah segala sesuatu yang ada di hadapan kita, segala sesuatu yang di belakang kita, dan segala sesuatu yang ada di antara keduanya," maksudnya bagi Allah semua perkara-perkara yang telah berlalu, yang akan datang serta yang sedang terjadi, di setiap waktu dan tempat. Jika sudah (kian) jelas bahwa semua urusan adalah milik Allah, sedangkan kita adalah hamba yang diatur, maka perkara-perkara itu terpaku pada kisaran "Apakah hikmah ilahiyah menuntutnya, sehingga Dia menjalankannya, atau tidak menuntutnya, sehingga Dia menundanya? Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيّٗا 64 ﴿ "Dan tidaklah Rabbmu lupa," maksud-nya Allah tidak pernah melupakan dan mengabaikanmu. Seperti Firman Allah, ﴾ مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ 3 ﴿ "Rabbmu tidak meninggalkanmu dan tidak membencimu." (Adh- Dhuha: 3). Bahkan Allah senantiasa memperhatikan urusanmu, merea-lisasikannya bagimu dengan fasilitas-fasilitasNya yang indah dan pengaturan-pengaturanNya yang elok. Maksudnya, kedatangan kami terlambat dari waktu yang biasa, maka janganlah hal itu membuatmu sedih dan menggelayuti pikiranmu. Ketahuilah bahwa Allah-lah yang menghendaki hal itu, karena Dia memiliki hikmah dalam keputusan ini.
Tindakan ayat