Ar-Risalah

طه

Taahaa

135 ayatMakkiyahJuz 16

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 109

    يَوْمَئِذٍ لَّا تَنفَعُ ٱلشَّفَـٰعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَرَضِىَ لَهُۥ قَوْلًا

    109. Pada hari itu tidak berguna syafaat (pertolongan), kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, dan Dia ridai perkataannya.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 108 - 110

    (108-110) Oleh sebab itu, Allah berfirman, ﴾ يَوۡمَئِذٖ يَتَّبِعُونَ ٱلدَّاعِيَ ﴿ "Pada hari itu, manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru." Hal itu terjadi saat umat manusia dibangkitkan dari kubur-kubur mereka dan berdiri darinya. Lalu ada penyeru yang memanggil mereka untuk datang dan berkumpul di Mahsyar. Mereka meng-ikutinya dengan bergegas menuju kepadanya, tidak menoleh ke arah lain dan tidak berbelok ke kanan maupun ke kiri. Firman Allah ﴾ لَا عِوَجَ لَهُۥۖ ﴿ "Dengan tidak berbelok-belok," tidak memiringkan diri dari panggilan penyeru. Seruan (penyeru) itu betul-betul benar bagi seluruh makhluk, memperdengarkan (seruan) kepada semuanya dan berteriak kepada mereka semua. Mereka pun datang menuju tempat pengadilan Kiamat, dengan suara yang merendah kepada Rabb Yang Maha Pemurah. ﴾ فَلَا تَسۡمَعُ إِلَّا هَمۡسٗا 108 ﴿ "Maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja," selain suara pijakan kaki-kaki atau bisikan-bisikan dengan lirih dengan menggerakkan dua bibirnya saja. Suasana hening, tenang, dan diam menguasai mereka untuk menunggu keputusan hukum Allah Yang Maha Pemurah bagi mereka. Wajah-wajah mereka menunduk, maksudnya hina dan me-runduk. Engkau menyaksikan di tempat pengadilan yang agung ini orang-orang kaya, orang-orang miskin, kaum lelaki, kaum wa-nita, orang-orang merdeka, budak-budak, raja-raja dan rakyat jelata dalam keadaan diam, tutup mulut, pandangan mereka merendah, leher-leher mereka menunduk dengan berlutut, dan wajah-wajah mereka hina. Mereka tidak mengetahui keputusan pasti yang mengenainya, tidak tahu apa yang akan diperbuat pada mereka. Setiap orang sibuk dengan diri dan urusannya sendiri, melupakan ayahnya, saudara kandungnya, kawan akrabnya, dan orang kecin-taannya. Masing-masing orang memiliki urusan yang menyibuk-kannya. [Saat itulah] Dzat Yang Memutuskan lagi Mahaadil Yang Maha memiliki Hari Kiamat menetapkan keputusan padanya dan membalasi orang yang berbuat baik dengan curahan kebaikan dariNya, dan orang yang berbuat buruk dengan menghalangi(nya dari rahmatNya). Harapan yang terpancang pada Rabb yang Mahamulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, adalah untuk memperlihatkan kepada para makhluk sebagian dari keutamaan, kebaikan, maaf, toleransi, dan ampunan yang tidak bisa diungkapkan oleh lisan-lisan dan tidak dapat diimajinasikan oleh akal pikiran. Semua makhluk ketika itu menunggu-nunggu rahmatNya, ketika menyak-sikannya. Orang-orang yang beriman kepadaNya dan kepada para RasulNya mendapatkan rahmatNya secara khusus. Jika dikatakan, "Dari manakah kalian mendapatkan harapan ini?" Jika engkau mau, katakanlah "Dari manakah pengetahuan kalian tentang ini?" Maka kita katakan, "Karena kami mengetahuinya dari do-minannya rahmat Allah daripada kemurkaanNya, dan luasnya kemurahanNya yang merata pada semua makhluk, serta melalui apa yang kami saksikan pada diri-diri kami dan orang lain, berupa kenikmatan-kenikmatan yang melimpah di dunia ini. Terutama keutamaan yang ada di Hari Kiamat. Sesungguhnya Firman Allah, ﴾ وَخَشَعَتِ ٱلۡأَصۡوَاتُ لِلرَّحۡمَٰنِ فَلَا تَسۡمَعُ إِلَّا هَمۡسٗا 108 يَوۡمَئِذٖ لَّا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ ﴿ "Dan semua suara tunduk merendah kepada Rabb Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik. Pada hari itu tidak berguna syafa'at (pertolongan) kecuali dari orang yang telah diberi izin oleh Rabb Yang Maha Pemurah," dipadukan dengan Firman Allah, ﴾ ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِۚ ﴿ "Kerajaan yang haq pada hari itu adalah kepunyaan Dzat Yang Maha Pemurah." (Al-Furqan: 26), dipadukan dengan sabda Nabi ﷺ, إِنَّ لِلّٰهِ مِائَةَ رَحْمَةٍ، أَنْزَلَ لِعِبَادِهِ رَحْمَةً، بِهَا يَتَرَاحَمُوْنَ وَيَتَعَاطَفُوْنَ، حَتَّى إِنَّ الْبَهِيْمَةَ تَرْفَعُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا خَشْيَةَ أَنْ تَطَأَهُ. "Sesungguhnya Allah memiliki seratus buah rahmat. Dia menu-runkan satu rahmat bagi para hambaNya. Dengan itu, mereka saling menyayangi dan mengasihi. Bahkan seekor binatang mengangkat telapak kakinya dari anaknya lantaran takut akan menginjaknya"[32] [Maksudnya] karena sifat sayang yang diletakkan di hatinya. Di Hari Kiamat, Allah menggabungkan rahmat ini dengan sembilan puluh sembilan rahmat. Dengan itu, Allah mencurahkan kasihNya pada para hambaNya. Ditambah lagi dengan sabda Rasulullah, لَلّٰهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنَ الْوَالِدَةِ بِوَلَدِهَا. "Allah benar-benar lebih menyayangi para hambaNya daripada si ibu (ini) kepada anaknya."[33] Maka, katakanlah terserah kamu, tentang berapa besarnya rahmat Allah. Sesungguhnya rahmatNya akan lebih besar dari apa yang engkau katakan. Dan imajinasikanlah rahmat Allah pada level yang lebih besar sekehendakmu. Sesungguhnya rahmat Allah lebih besar dari apa yang engkau sampaikan. Mahasuci Allah yang mencurahkan rahmatNya dalam sifat keadilan dan penerapan hu-kumanNya. Sebagaimana Dia merahmati dalam bentuk keutamaan, kebaikan dan pahalaNya. Dan Mahatinggi (Allah) Dzat yang rah-matNya melingkupi segala sesuatu, kemurahanNya merata pada setiap makhluk hidup, dan Dzat Yang Mahakaya tiada membutuh-kan para hambaNya, Maha Penyayang kepada para hambaNya. Mereka itu membutuhkanNya selama-lamanya dalam seluruh kondisi mereka. Tidak mungkin mereka mengenyampingkanNya dalam sekejap mata. FirmanNya, ﴾ يَوۡمَئِذٖ لَّا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَرَضِيَ لَهُۥ قَوۡلٗا 109 ﴿ "Pada hari itu tidak berguna syafa'at, kecuali (syafa'at) dari orang yang (Allah) Yang Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya," maksudnya se-seorang tidak dapat memberikan syafa'at di sisiNya kecuali orang yang sudah diberi izin untuk mengeluarkan syafa'at. Dan Allah tidak mengeluarkan izin kecuali (diperuntukkan) bagi orang yang Dia ridhai ucapannya, maksudnya permohonan syafa'atnya, dari kalangan para nabi, para rasul, hamba-hambaNya yang dekat, bagi orang yang diridhai ucapan dan tindakannya. Yaitu orang Mukmin yang ikhlas. Jika salah satu syarat ini tidak terpenuhi, maka tidak ada cara bagi siapa pun untuk meraih syafa'at dari siapa saja.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 109 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-Anbiyaa’ (Para Nabi)الأنبياء

Laporkan kesalahan

Lainnya