Ar-Risalah

الحج

Al-Hajj (Haji)

78 ayatMadaniyahJuz 17

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 46

    أَفَلَمْ يَسِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَآ أَوْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى ٱلْأَبْصَـٰرُ وَلَـٰكِن تَعْمَى ٱلْقُلُوبُ ٱلَّتِى فِى ٱلصُّدُورِ

    46. Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 46

    (46) Oleh karena itu, Allah menyeru para hambaNya untuk mengembara di bumi supaya mereka merenung dan mengambil pelajaran. Allah berfirman, ﴾ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi," dengan fisik dan hati mereka, ﴾ فَتَكُونَ لَهُمۡ قُلُوبٞ يَعۡقِلُونَ بِهَآ ﴿ "lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami," ayat-ayat Allah dan mencermati sumber-sumber pelajaran dengannya ﴾ أَوۡ ءَاذَانٞ يَسۡمَعُونَ بِهَاۖ ﴿ "atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar," berita-berita umat yang telah berlalu dan kabar-kabar mengenai bangsa-bangsa yang dilanda siksaan. Kalau tidak ditujukan untuk maksud demikian, maka pandangan mata, pendengaran telinga dan gerakan tubuh yang nihil dari upaya perenungan dan pengambilan pelajaran tidak ber-manfaat dan tidak mengantarkan kepada tujuan yang mesti dicapai. Karena alasan itu, Allah berfirman, ﴾ فَإِنَّهَا لَا تَعۡمَى ٱلۡأَبۡصَٰرُ وَلَٰكِن تَعۡمَى ٱلۡقُلُوبُ ٱلَّتِي فِي ٱلصُّدُورِ 46 ﴿ "Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada," maksudnya model kebutaan yang membahayakan dalam agama ini adalah kebutaan hati ter-hadap kebenaran. Akibatnya tidak mampu menyaksikannya seba-gaimana orang buta tidak dapat melihat obyek-obyek pandangan. Sementara itu, kebutaan pandangan indra mata, maka puncak (pengaruh negatifnya) hanya mengganggu mata pencaharian dan kemanfaatan duniawi saja.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 46 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-Mu’minun (Golongan yang Beriman)المؤمنون

Laporkan kesalahan

Lainnya