Ar-Risalah

الحج

Al-Hajj (Haji)

78 ayatMadaniyahJuz 17

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 67

    لِّكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا هُمْ نَاسِكُوهُ ۖ فَلَا يُنَـٰزِعُنَّكَ فِى ٱلْأَمْرِ ۚ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدًى مُّسْتَقِيمٍ

    67. Bagi setiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang (harus) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau dalam urusan (syariat) ini, dan serulah (mereka) kepada Tuhanmu. Sungguh, engkau (Muhammad) berada di jalan yang lurus.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 67

    (67) Allah تعالى memberitahukan bahwasanya Dia menjadi-kan bagi setiap umat manusia ﴾ مَنسَكًا ﴿ "syariat tertentu," maksudnya tempat ibadah dan cara peribadahan. Terkadang mengalami per-bedaan di beberapa sisi, walaupun tetap memuat nuansa keadilan dan hikmah. Sebagaimana kandungan Firman Allah, ﴾ لِكُلّٖ جَعَلۡنَا مِنكُمۡ شِرۡعَةٗ وَمِنۡهَاجٗاۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمۡ أُمَّةٗ وَٰحِدَةٗ وَلَٰكِن لِّيَبۡلُوَكُمۡ فِي مَآ ءَاتَىٰكُمۡۖ …﴿ "Untuk tiap-tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadi-kanNya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberianNya kepadamu…." (Al-Ma`idah: 48). ﴾ هُمۡ نَاسِكُوهُۖ ﴿ "Yang mereka kerjakan," maksudnya mereka mengamalkannya selaras dengan kondisi dan latar belakang me-reka, sehingga tidak terjadi penentangan terhadap suatu syariat. Terutama dari kaum 'ummi (yang buta huruf), dari kalangan masya-rakat paganis dan jahiliyah yang sudah sangat nyata. Karena jika telah terbukti kebenaran risalah seorang rasul melalui dalil-dalil, maka wajib diterima seluruh ajaran yang ia bawa dengan tulus dan berserah diri, tanpa penolakan. Karena itu, Allah berfirman, ﴾ فَلَا يُنَٰزِعُنَّكَ فِي ٱلۡأَمۡرِۚ ﴿ "Maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini," maksudnya jangan sampai orang-orang yang mendustakan saling melancarkan penentangan kepadaMu, menampik sebagian ajaran yang engkau bawa dengan dorongan akal-akal mereka yang sudah rusak, seperti penentangan mereka dalam masalah penghalalan bangkai sambil berujar, "Kalian me-makan binatang yang kalian sembelih, tetapi tidak sudi memakan binatang yang Allah matikan langsung?! Dan seperti pernyataan mereka, ﴾ إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْۗ ﴿ "Sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba." (Al-Baqarah: 275), …dan lain sebagainya, yang berupa penolakan mereka yang tidak mesti disanggah satu persatu. Mereka pada dasarnya mengingkari risalah. Tidak perlu ditegakkan perdebatan dan adu argumentasi bagi masing-masing lontaran syubhat itu. Ada sikap khusus sesuai dengan situasi dan kondisi. Orang yang melontarkan sanggahan, lagi mengingkari risalah Rasul, jika ia berdalih melakukan perdebatan untuk men-dapatkan petunjuk, maka hendaklah disampaikan kepadanya: Permasalahan kami denganmu berhubungan dengan ada tidaknya risalah. Apabila tidak demikian,maka merasa puas dengan per-debatan ini menjadi bukti bahwa tujuannya adalah untuk memper-tontonkan penentangan dan usaha pembungkaman. Untuk itu, Allah memerintahkan RasulNya agar beliau menyerukan dakwah dengan sarat hikmah dan mau'izhah hasanah (nasihat yang baik) serta konsisten dengan metode pendekatan ini, baik mereka akan menghalang-halangi atau tidak. Dan seharusnya tidak boleh ada sesuatu pun yang membelokkan dirimu dari dakwah. Pasalnya, engkau berada ﴾ هُدٗى مُّسۡتَقِيمٖ 67 ﴿ "pada jalan yang lurus," yaitu jalan yang tengah-tengah, yang mengantarkan menuju tujuan yang ingin digapai, yang sarat dengan ilmu kebenaran dan pengamalannya. Jadi, engkau telah berada di atas tumpuan kepercayaan terhadap urusan yang sedang engkau jalankan dan berpegang teguh atas keyakinan terhadap agamamu. Hal ini mengharuskan lahirnya sikap pantang menyerah pada dirimu dan terus bergerak melak-sanakan perintah Rabbmu. Kamu tidaklah berada dalam perkara yang meragu-ragukan atau perkataan yang dusta, sehingga mem-buatmu mesti bercampur-baur bersama orang-orang, dan keinginan-keinginan serta pikiran-pikiran mereka sehingga penentangan mereka menghentikanmu. Senada dengan ini, Firman Allah تعالى, ﴾ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلۡحَقِّ ٱلۡمُبِينِ 79 ﴿ "Sebab itu, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata." (An-Naml: 79). Kendatipun dalam Firman Allah, ﴾ إِنَّكَ لَعَلَىٰ هُدٗى مُّسۡتَقِيمٖ 67 ﴿ "Se-sungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus," termuat petunjuk untuk mencounter orang-orang yang menyanggah bebe-rapa point pada aturan syariat melalui daya nalar yang sehat. Karena al-huda (petunjuk) di sini merupakan gambaran bagi setiap ajaran yang dibawa oleh Rasulullah. Dan hakikat al-huda ialah segala sesuatu yang mendatangkan hidayah dalam masalah-masalah ushul (prinsipil) dan furu' (cabang-cabang). Yang dimaksud adalah, perkara-perkara yang dapat dideteksi sisi kebaikan, keadilan dan kebijaksanaannya melalui akal dan fitrah yang masih lurus. Hasil ini bisa diketahui dengan cara menyelami perintah-perintah dan larangan-larangan secara mendalam.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 67 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-Mu’minun (Golongan yang Beriman)المؤمنون

Laporkan kesalahan

Lainnya