Ar-Risalah

المؤمنون

Al-Mu’minun (Golongan yang Beriman)

118 ayatMakkiyahJuz 18

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 3

    وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

    3. dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 3

    (3) ﴾ وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَنِ ٱللَّغۡوِ ﴿ "Dan orang-orang yang dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna," yaitu perbincangan yang tidak ada muatan kebaikan dan kegunaannya sama sekali, ﴾ مُعۡرِضُونَ ﴿ "mereka menjauhkan diri," karena kebencian dan ingin menjaga diri serta ke-engganan. Bila mendapati tindakan sia-sia, mereka sekedar mele-watinya dengan menjaga kehormatan diri. Jika mereka berpaling dari tindakan yang sia-sia, maka sudah semestinya mereka lebih menjauhi dari perkara-perkara yang diharamkan. Kalau seorang hamba mampu menguasai lisannya dan menyimpannya kecuali dalam kebaikan, maka dia akan berhasil mengendalikan perkara (agamanya). Seperti kandungan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah kepada sahabat Mu'adz bin Jabal manakala beliau ber-pesan kepada sahabat itu dengan beberapa wasiat. Beliau bersabda, أَلَا أُخْبِرُكَ بِمَلَاكِ ذٰلِكَ كُلِّهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ، قَالَ: فَأَخَذَ بِلِسَانِ نَفْسِهِ وَقَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هٰذَا. "Tidakkah kamu mau aku mengabarimu dengan pengendali perkara itu semuanya?" Aku menjawab, "Sudah tentu wahai Rasulullah." Maka beliau memegang lisan sendiri seraya berkata, "Kamu tahanlah ini." (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi). Kaum Mukminin, sebagian dari ciri mereka yang terpuji, ada-lah mengekang lisan-lisan mereka dari ucapan sia-sia dan omongan haram.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 3 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAn-Nuur (Cahaya)النور

Laporkan kesalahan

Lainnya