Ar-Risalah

الفرقان

Al-Furqaan (Pembeza Kebenaran dan Kebatilan)

77 ayatMakkiyahJuz 18

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 33

    وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَـٰكَ بِٱلْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا

    33. Dan mereka (orang-orang kafir itu) tidak datang kepadamu (membawa) sesuatu yang aneh (syubhat), melainkan Kami datangkan kepadamu yang benar dan penjelasan yang paling baik.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 33

    (33) Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ وَلَا يَأۡتُونَكَ بِمَثَلٍ ﴿ "Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) suatu perumpama-an," yang dengannya mereka menentang kebenaran dan dengannya mereka menolak kerasulanmu, ﴾ إِلَّا جِئۡنَٰكَ بِٱلۡحَقِّ وَأَحۡسَنَ تَفۡسِيرًا ﴿ "melainkan (pasti) Kami mendatangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya," maksudnya Kami turunkan kepadamu al-Qur`an yang mengandung kebenaran di dalam makna-makna-nya, kejelasan dan penjelasan yang sempurna pada lafazh-lafazh-nya. Maka makna-makna (yang dikandungnya) semuanya hak dan benar, tidak dicemari oleh satu kebatilan ataupun satu syubhat (kerancuan) dari sisi manapun; lafazh-lafazhnya dan batasan-ba-tasannya terhadap segala sesuatu merupakan lafazh-lafazh yang paling jelas dan paling baik penjelasannya, menjelaskan makna-maknanya dengan penjelasan yang sempurna. Di dalam ayat di atas terdapat satu dalil (bukti) bahwa se-pantasnya bagi orang yang membicarakan ilmu, apakah dia sebagai muhaddits, pengajar, maupun penceramah, sepantasnya dia mene-ladani Rabbnya di dalam mengatur kondisi RasulNya. Demikian pula seorang alim mengatur permasalahan masyarakat. Setiap kali ada kesempatan atau datang suatu musim, maka hendaknya dia membawakan ayat-ayat al-Qur`an, hadits-hadits Nabi dan nasihat-nasihat yang sesuai dengan musim tersebut. Ini juga mengandung bantahan terhadap orang-orang yang berlebihan, seperti kaum Jahmiyah dan semisal mereka yang ber-pendapat bahwa kebanyakan nash-nash al-Qur`an mengandung makna bukan literalnya (makna tersuratnya), dan ia mempunyai makna-makna selain dari maknanya yang dipahami secara lahir (literal). Jadi, berdasarkan pendapat mereka, al-Qur`an itu tidak lebih baik penjelasannya daripada yang lainnya. Dan yang lebih baik, menurut klaim mereka, adalah penafsiran mereka yang me-rubah makna-makna al-Qur`an dengan sejauh-jauhnya.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 33 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAsy-Syu’araa (Para Penyair)الشعراء

Laporkan kesalahan

Lainnya