Ar-Risalah

الفرقان

Al-Furqaan (Pembeza Kebenaran dan Kebatilan)

77 ayatMakkiyahJuz 18

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 41

    وَإِذَا رَأَوْكَ إِن يَتَّخِذُونَكَ إِلَّا هُزُوًا أَهَـٰذَا ٱلَّذِى بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا

    41. Dan apabila mereka melihat engkau (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan engkau sebagai ejekan (dengan mengatakan), “Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 41

    (41) Maksudnya, ﴾ وَإِذَا رَأَوۡكَ ﴿ "Dan apabila mereka melihat kamu" wahai Muhammad, mereka yang mendustakanmu, para penen-tang ayat-ayat Allah, yang menyombongkan diri di muka bumi, mereka memperolok-olokkanmu, menghinamu dan mengatakan dengan nada menghina dan menyepelekan, ﴾ أَهَٰذَا ٱلَّذِي بَعَثَ ٱللَّهُ رَسُولًا ﴿ "Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai Rasul?" Maksudnya, tidak pantas dan tidak layak kalau Allah mengutus si lelaki ini! Ini semua karena sangat memuncaknya kezhaliman dan keras kepala mereka. Mereka memutarbalikkan kenyataan. Sebab perkataan mereka ter-sebut memberikan pengertian bahwa Rasulullah a, –dan ini tidak mungkin–, berada dalam jurang kehinaan dan kenistaan, dan bahwa kalau saja kerasulan itu diberikan kepada selainnya, maka yang demikian itu tentu lebih cocok. ﴾ وَقَالُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنَ ٱلۡقَرۡيَتَيۡنِ عَظِيمٍ 31 ﴿ "Dan mereka berkata, 'Mengapa al-Qur`an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha`if) ini'." (Az-Zukhruf: 31). Perkataan seperti ini tidak akan keluar kecuali dari (mulut) manusia yang paling bodoh, paling sesat atau paling keras kepala, dan dia berpura-pura bodoh yang tujuannya adalah mempropa-gandakan kebatilan yang dibawanya dengan mendiskriditkan (mencemoohkan) kebenaran dan orang yang membawanya. Kalau tidak demikian, maka siapa saja yang memperhatikan perihal keadaan Muhammad bin Abdillah a, niscaya dia menjum-painya sebagai sosok manusia alim, unggul di dalam kecerdasan akal, ilmu, kepribadian, ketangguhan, akhlak mulia, budi pekerti luhur, kehormatan diri, keberanian, kemurahan hati, dan segala akhlak mulia; sementara orang yang menghina dan mencercanya adalah orang yang penuh dengan sifat kedunguan, kebodohan, kesesatan, kontradiksi, zhalim dan melampaui batas yang tidak ada bandingannya. Cukup (untuk mewakili) kebodohan dan kese-satannya adalah sikapnya yang selalu mencemoohkan Rasul yang agung ini, rasul yang penuh semangat dan mulia. Tujuan cemoohan dan ejekan mereka terhadapnya adalah sikap keras mereka (berpe-gang teguh) pada kebatilan dan untuk memperdaya orang-orang yang kurang berakal.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 41 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAsy-Syu’araa (Para Penyair)الشعراء

Laporkan kesalahan

Lainnya