Ar-Risalah

الشعراء

Asy-Syu’araa (Para Penyair)

227 ayatMakkiyahJuz 19

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 223

    يُلْقُونَ ٱلسَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَـٰذِبُونَ

    223. mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 221 - 223

    Ini adalah jawaban terhadap siapa saja dari ka-langan pendusta rasul, yang mengatakan, "Setan telah turun kepada Muhammad," dan juga perkataan orang yang mengatakan, "Dia adalah seorang penya'ir (sastrawan).

    (221-223) " Allah berfirman, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu." Maksudnya, Aku kabarkan kepada kalian berita yang sesungguhnya yang tidak mengandung keraguan sedikit pun dan tidak ada syubhatnya, tentang orang yang mana setan telah turun kepadanya. Maksudnya, dalam gam-baran orang yang biasa dituruni setan-setan. ﴾ تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ ﴿ "Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta." Maksudnya, pendusta yang banyak mengatakan perkataan palsu dan kebohongan dengan batil, ﴾ أَثِيمٖ ﴿ "lagi yang banyak dosa," dalam perbuatannya dan banyak maksiat. Itulah orang yang suka dituruni setan, dan kondisinya sama dengan kondisi setan. ﴾ يُلۡقُونَ ﴿ "Mereka menghadapkan," kepada setan itu, ﴾ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "pendengaran," yang mereka curi dari langit. ﴾ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ﴿ "Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta." Maksudnya, Kebanyakan berita yang mereka sampaikan itu adalah kedustaan. Dia jujur satu kali namun berdusta seratus kali, sehingga kebenaran tercampur aduk dengan kebatilan, dan kebenaran menjadi sirna karena minimnya dan karena tidak diketahui. Itulah ciri orang-orang yang biasa dituruni setan-setan, dan itulah bentuk bisikan mereka kepadanya. Sedangkan Muhammad a, keadaannya sungguh sangat ber-beda sekali dengan kondisi seperti itu, sebab dia adalah seorang yang jujur lagi terpercaya yang telah mengkombinasikan antara kesucian hati, kejujuran ucapan dan kebersihan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan, dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah adalah diturunkan secara terjaga, terpelihara lagi mengandung kebenaran yang agung yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. Apakah sama, wahai orang yang berakal antara yang ini (nabi) dengan mereka (orang-orang yang dituruni setan)? Tidaklah keduanya itu mirip kecuali pada pandangan orang yang tidak waras yang tidak dapat membedakan antara berbagai hal?

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 223 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAn-Naml (Semut)النمل

Laporkan kesalahan

Lainnya