Ar-Risalah

النمل

An-Naml (Semut)

93 ayatMakkiyahJuz 19

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 44

    قِيلَ لَهَا ٱدْخُلِى ٱلصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَن سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّن قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَـٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

    44. Dikatakan kepadanya (Balqis), “Masuklah ke dalam istana.” Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya. Dia (Sulaiman) berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca.” Dia (Balqis) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 44

    (44) Kemudian Sulaiman ingin agar Balqis melihat sebagian dari kekuasaannya yang mencengangkan akal. Lalu dia menyuruh-nya masuk ke mahligainya (istana), yaitu berupa tempat (ruangan) yang tinggi dan luas. Ia terbuat dari kaca yang tembus pandang, di bawahnya sungai-sungai mengalir, ﴾ قِيلَ لَهَا ٱدۡخُلِي ٱلصَّرۡحَۖ فَلَمَّا رَأَتۡهُ حَسِبَتۡهُ لُجَّةٗ ﴿ "Dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam istana.' Maka tatkala dia me-lihat lantai istana itu, dikiranya kolam yang besar'," maksudnya, kolam air. Hal itu karena kaca-kaca tersebut tembus pandang, hingga air yang berada di bawahnya terlihat seolah-olah tempat itu adalah air yang mengalir tanpa pembatas yang membatasinya. ﴾ وَكَشَفَتۡ عَن سَاقَيۡهَاۚ ﴿ "Dan dia menyingkap kedua betisnya." Karena takut basah. Ini juga termasuk kecerdasan dan kesopanannya, karena dia tidak menolak untuk masuk ke tempat yang diperintahkan kepadanya untuk dimasuki. Sebab, dia yakin bahwa dirinya tidak diundang kecuali untuk dihormati, dan dia tahu bahwa kerajaan Sulaiman dan sistem regulasinya telah dibangun di atas landasan kebijaksanaan, dan dalam hatinya pun sama sekali tidak ada rasa ragu sedikit pun ter-hadap kondisi buruk setelah melihat apa yang telah bisa dilihatnya. Setelah dia bersiap untuk menceburkan diri, maka dikatakan kepa-danya, ﴾ إِنَّهُۥ صَرۡحٞ مُّمَرَّدٞ ﴿ "Sesungguhnya ia adalah istana licin." Maksud-nya sebuah majelis, ﴾ مِّن قَوَارِيرَۗ ﴿ "terbuat dari kaca." Maka Anda tidak perlu menyingkap kedua betismu. Pada saat itu, ketika dia telah sampai kepada Sulaiman dan menyaksikan apa yang telah dilihat-nya serta mengetahui kenabian dan kerasulannya, maka dia pun bertaubat dan kembali dari kekafirannya, dan berkata, ﴾ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي وَأَسۡلَمۡتُ مَعَ سُلَيۡمَٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah berbuat zhalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Rabb semesta alam." Demikianlah bagian dari kisah ratu negeri Saba` yang Allah kisahkan kepada kita dan tentang apa yang terjadi antara dia dengan Sulaiman. Adapun selain itu berupa kisah-kisah tambahan dan kisah-kisah isra`iliyat (yang bersumber dari Bani Israil) maka sama sekali tidak ada hubungannya dengan tafsir (penjelasan) ter-hadap Firman Allah, yang mana tafsir itu harus berdasarkan pada dalil yang telah dimaklumi lagi terjaga, sedangkan nukilan-nukilan dalam malasah ini, semuanya atau kebanyakannya tidak demikian. Kewajiban yang harus dilakukan adalah mengabaikannya dan tidak memasukkannya ke dalam tafsir. Wallahu a'lam.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 44 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-Qasas (Cerita-cerita)القصص

Laporkan kesalahan

Lainnya