Ar-Risalah

القصص

Al-Qasas (Cerita-cerita)

88 ayatMakkiyahJuz 20

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 10

    وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَـٰرِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِى بِهِۦ لَوْلَآ أَن رَّبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

    10. Dan hati ibu Musa menjadi kosong.[606] Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada janji Allah).

    Catatan kaki

    [606]. Setelah ibunya Musa menghanyutkan Musa di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya karena kekhawatiran atas keselamatan Musa. Bahkan hampir-hampir dia berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 10

    (10) Setelah ibunda Musa kehilangan anaknya, maka dia benar-benar merasa sangat sedih dan hatinya pun menjadi hampa karena kegusaran yang timbul sebagai reaksi dari kondisi manu-siawinya, padahal Allah سبحانه وتعالى telah melarangnya bersedih dan merasa cemas serta menjanjikan akan mengembalikan Musa kepadanya. ﴾ إِن كَادَتۡ لَتُبۡدِي بِهِۦ ﴿ "Sesungguhnya hampir saja dia menyatakan raha-sianya," maksudnya, rahasia yang tersimpan di dalam hatinya, ﴾ لَوۡلَآ أَن رَّبَطۡنَا عَلَىٰ قَلۡبِهَا ﴿ "seandainya tidak Kami teguhkan hatinya," Kami mene-guhkannya sehingga dia bisa tetap sabar dan tidak menguraikan rahasia itu, ﴾ لِتَكُونَ ﴿ "supaya dia," dengan kesabaran dan keteguhan hati itu, ﴾ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "termasuk orang-orang yang beriman." Sebab, seseorang jika ditimpa oleh suatu musibah lalu dia bersabar dan berteguh hati, niscaya imannya bertambah karenanya. Dan hal ini dibuktikan oleh (fakta) bahwa berlanjutnya rasa sedih (berkeluh kesah) pada diri seseorang itu menunjukkan pada kelemahan imannya.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 10 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-‘Ankabut (Labah-labah)العنكبوت

Laporkan kesalahan

Lainnya