القصص
Al-Qasas (Cerita-cerita)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 25
فَجَآءَتْهُ إِحْدَىٰهُمَا تَمْشِى عَلَى ٱسْتِحْيَآءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِى يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ لَنَا ۚ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيْهِ ٱلْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّـٰلِمِينَ
25. Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika (Musa) mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.”
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 25
(25) Dan Musa terus dalam kondisi seperti itu, memohon kepada Allah sambil berbolak-balik, sedangkan kedua perempuan tadi pulang menuju ayahnya dan memberitakan apa yang telah terjadi. Kemudian sang ayah menyuruh salah satu dari dua gadis itu untuk mendatangi Musa, lalu dia pun mendatanginya ﴾ تَمۡشِي عَلَى ٱسۡتِحۡيَآءٖ ﴿ "berjalan dengan malu-malu." Ini menunjukkan keluhuran jiwanya dan akhlaknya yang mulia, sebab rasa malu itu termasuk akhlak yang terpuji, terutama bagi kaum wanita. Hal ini juga mem-buktikan bahwa apa yang dilakukan oleh Musa عليه السلام, yaitu membe-rikan minum ternak kedua gadis itu bukan berkedudukan sebagai kuli atau pembantu yang biasanya tidak dimalui, malah sebaliknya, Musa berbesar jiwa, si perempuan itu, karena keluhuran akhlak Musa dan kemuliaan budi pekertinya, melihat sesuatu yang mem-buatnya sangat merasa malu kepada Musa, ﴾ قَالَتۡ ﴿ "dia berkata" kepada Musa, ﴾ إِنَّ أَبِي يَدۡعُوكَ لِيَجۡزِيَكَ أَجۡرَ مَا سَقَيۡتَ لَنَاۚ ﴿ "Sesungguhnya ba-pakku memanggil kamu agar dia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami." Maksudnya, bukan untuk mengung-kit-ungkit kebaikanmu, melainkan engkaulah yang terlebih dahulu melakukan kebaikan kepada kami. Sesungguhnya maksud ayahku hanya memberimu imbalan atas kebaikanmu. Musa kemudian memenuhi panggilan itu. ﴾ فَلَمَّا جَآءَهُۥ وَقَصَّ عَلَيۡهِ ٱلۡقَصَصَ ﴿ "Maka tatkala Musa mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (me-ngenai dirinya)," dari permulaan sebab yang telah mengharuskannya melarikan diri hingga sampai kepadanya, Syu'aib ﴾ قَالَ ﴿ "berkata" dengan maksud menenangkan rasa takutnya dan mengobati hati-nya, ﴾ لَا تَخَفۡۖ نَجَوۡتَ مِنَ ٱلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, biarkan rasa takut dan rasa cemasmu pergi, karena sesungguhnya Allah telah menyelamatkanmu dari mereka, karena engkau telah sampai di tempat ini, tempat yang mereka tidak mempunyai kekuasaan atasnya.
Tindakan ayat