Ar-Risalah

لقمان

Luqman (Luqman)

34 ayatMakkiyahJuz 21

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 6

    وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

    6. Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan percakapan kosong untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 6

    (6) Maksudnya, ﴾ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن ﴿ "dan di antara manusia ada orang" dia adalah orang yang sial lagi terlantar (tidak memperoleh per-tolongan) ﴾ يَشۡتَرِي ﴿ "yang membeli," maksudnya, memilih dan senang sebagaimana senangnya orang yang mengeluarkan harga pada sesuatu, ﴾ لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," maksudnya, perkataan-perkataan yang melalaikan hati, yang menghalang-ha-langinya dari nilai-nilai yang mulia. Termasuk dalam hal ini adalah setiap perkataan yang diharamkan dan setiap perkataan yang tidak berguna nan palsu lagi rendahan dari perkataan-perkataan yang mendorong kepada kekafiran, kefasikan dan maksiat, dan dari per-kataan-perkataan para penolak kebenaran, yang mendebat dengan kebatilan untuk mencampakkan yang benar, dan dari gunjingan, adu domba (memfitnah), dusta, cacian dan celaan, serta dari lagu, tiupan seruling-seruling setan, serta dari wanita-wanita penghibur yang melalaikan, yang tidak ada gunanya dalam agama maupun dunia. Maka golongan manusia semacam ini ﴾ يَشۡتَرِي لَهۡوَ ٱلۡحَدِيثِ ﴿ "mem-beli perkataan yang tidak berguna" dari perkataan yang berguna, ﴾ لِيُضِلَّ ﴿ "untuk menyesatkan" manusia ﴾ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ ﴿ "tanpa pengetahuan." Maksud-nya, setelah dia sesat karena perbuatannya, maka dia menyesatkan orang lain. Sebab, penyesatan itu tumbuh dari kesesatan; dan pe-nyesatannya dalam perkataannya itu adalah sikapnya menghalang-halangi manusia dari perkataan yang berguna, amal yang berman-faat, dari kebenaran yang jelas dan jalan yang lurus. Dan semua itu tidak akan bisa terlaksana sehingga dia mencemoohkan petunjuk dan kebenaran, dan menjadikan ayat-ayat Allah sebagai bahan ejekan, dia memperolok-oloknya dan juga orang (nabi) yang datang dengannya. Nah, apabila dia telah memadukan antara memuji kebatilan dan menganjurkannya dengan mencampakkan yang haq (yang benar) dan memperolok-oloknya serta ahlinya, maka (sung-guh) dia telah menyesatkan orang-orang yang tidak berilmu, dan dia menipunya dengan perkataan-perkataan yang disampaikannya, yaitu perkataan yang tidak bisa dibedakan oleh orang yang sesat dan dia pun tidak mengenal hakikatnya, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٞ مُّهِينٞ ﴿ "mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan," karena mereka sesat, menyesatkan, memperolok-olokkan ayat-ayat Allah dan mendusta-kan kebenaran yang sudah sangat jelas sekali.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 6 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAs-Sajdah (Sujud)السجدة

Laporkan kesalahan

Lainnya