Ar-Risalah

يس

Yaasin

83 ayatMakkiyahJuz 22

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 77

    أَوَلَمْ يَرَ ٱلْإِنسَـٰنُ أَنَّا خَلَقْنَـٰهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

    77. Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, ternyata dia menjadi musuh yang nyata!

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 77

    Ayat-ayat mulia ini di dalamnya terdapat penjelasan tentang syubhat (kerancuan) orang-orang yang mengingkari kebangkitan sesudah mati dan jawaban terhadapnya dengan jawaban yang paling sempurna, paling baik, dan paling jelas.

    (77) Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَوَلَمۡ يَرَ ٱلۡإِنسَٰنُ ﴿ "Dan apakah manusia tidak memperhatikan" yaitu manusia yang mengingkari kebangkitan atau ragu padanya, (memperhatikan) suatu perkara yang memberinya keyakinan sempurna kepada kepastiannya, yaitu awal mula penciptaannya ﴾ مِن نُّطۡفَةٖ ﴿ "dari setitik air," kemudian berubah-ubahnya dalam beberapa fase sedikit demi sedikit hingga menjadi besar dan menjadi anak remaja dan akalnya pun menjadi sempurna dan dewasa, ﴾ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata," setelah sebelumnya penciptaannya dari setetes air. Cobalah perhatikan perbedaan antara dua kondisi ini. Dan hendaknya ia mengetahui bahwa yang telah menciptakannya dari ketiadaan itu lebih kuasa lagi mengulangi penciptaannya kembali setelah ia tercerai berai dan hancur luluh!

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 77 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAs-Saaffat (Yang Teratur Berbaris)الصافات

Laporkan kesalahan

Lainnya