Ar-Risalah

يس

Yaasin

83 ayatMakkiyahJuz 22

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 78

    وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِىَ خَلْقَهُۥ ۖ قَالَ مَن يُحْىِ ٱلْعِظَـٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ

    78. Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?"

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 78

    (78) ﴾ وَضَرَبَ لَنَا مَثَلٗا ﴿ "Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami," yang tidak pantas bagi siapa pun untuk membuatnya, yaitu meng-analogikan kekuasaan sang Pencipta dengan kekuasaan makhluk, yaitu bahwa perkara yang tidak mungkin bagi kekuasaan makhluk juga tidak mungkin bagi kekuasaan Pencipta. Allah mengurai pe-rumpamaan tersebut dengan perkataanNya, ﴾ قَالَ ﴿ "ia berkata," mak-sudnya, orang (yang mengingkari) itu berkata, ﴾ مَن يُحۡيِ ٱلۡعِظَٰمَ وَهِيَ رَمِيمٞ ﴿ "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Maksudnya, apakah seseorang bisa menghidupkannya? Ini adalah bentuk pertanyaan menyangkal. Maka artinya, tidak akan ada seseorang pun yang dapat menghidupkannya setelah ia hancur luluh dan binasa. Inilah sisi keserupaan dan perumpamaannya. Yakni bahwa hal itu merupakan perkara yang sangat tidak mungkin (mustahil) berdasarkan kelaziman kemampuan manusia. Ucapan yang muncul dari manusia seperti ini adalah merupakan ketidak-sadaran dari-nya dan kelupaannya terhadap awal mula penciptaannya. Kalau saja ia menyadari akan penciptaannya setelah sebelumnya ia tidak pernah menjadi sesuatu apa pun yang bisa disebut, lalu kemudian menjadi ada secara kasat mata, tentu ia tidak akan memberikan perumpamaan ini!

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 78 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAs-Saaffat (Yang Teratur Berbaris)الصافات

Laporkan kesalahan

Lainnya