Ar-Risalah

الصافات

As-Saaffat (Yang Teratur Berbaris)

182 ayatMakkiyahJuz 23

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 102

    فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

    102. Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 102

    (102) ﴾ فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ ﴿ "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-samanya," maksudnya, sampai pada umur mampu berusaha bersama Ibrahim dan sudah mencapai usia yang pada umumnya, usia yang sangat disayang oleh kedua orang tuanya, di mana beban mengurusinya sudah tidak ada dan masa usia bergunanya telah datang, maka Nabi Ibrahim عليه السلام berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ ﴿ "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu." Maksudnya, aku telah melihat dalam tidur dan bermimpi bahwa Allah سبحانه وتعالى memerin-tahku menyembelihmu. Mimpi para nabi itu adalah wahyu. ﴾ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ ﴿ "Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Karena perintah Allah سبحانه وتعالى itu harus dilaksanakan, maka Nabi Isma'il berkata dengan sabar, mengharap pahala, rela kepada Tuhannya, dan berbakti kepada ayahnya, ﴾ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ﴿ "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepa-damu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." Nabi Isma'il menyampaikan kepada ayahnya bahwasanya ia memantapkan dirinya untuk sabar, dan ia menyertakan kehendak Allah سبحانه وتعالى padanya, sebab tidak akan terjadi sesuatu tanpa kehendak Allah.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 102 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaSaadص

Laporkan kesalahan

Lainnya