Ar-Risalah

النساء

An-Nisaa’ (Wanita)

176 ayatMadaniyahJuz 4

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 137

    إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ ثُمَّ ءَامَنُوا۟ ثُمَّ كَفَرُوا۟ ثُمَّ ٱزْدَادُوا۟ كُفْرًا لَّمْ يَكُنِ ٱللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًۢا

    137. Sesungguhnya orang-orang yang beriman lalu kafir, kemudian beriman (lagi), kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka, dan tidak (pula) menunjukkan kepada mereka jalan (yang lurus).

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 137

    (137) Maksudnya, barangsiapa yang berulang kali terjadi kekufuran pada dirinya setelah keimanan; di mana dia mendapat petunjuk masuk Islam kemudian tersesat, melihat (kebenaran) kemudian buta, beriman kemudian kafir, dan berlanjut di atas kekufurannya bahkan kekufurannya bertambah, maka sesungguh-nya ia telah jauh dari taufik dan petunjuk kepada jalan yang lurus, juga jauh dari ampunan karena ia telah melakukan perkara yang merupakan penghalang terbesar yang merintanginya dalam memperoleh ampunan tersebut, sesungguhnya kekufurannya itu menjadi hukuman untuknya dan menjadi tabiat yang tidak akan lenyap darinya, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ ﴿ "Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memaling-kan hati mereka." (Ash-Shaff: 5) dan ﴾ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ ﴿ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan me-reka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada permulaannya." (Al-An'am: 110). Ayat ini menunjukkan bahwa bila kekufuran mereka tidak bertambah akan tetapi mereka kembali kepada keimanan dan meninggalkan keyakinan mereka berupa kekufuran tersebut, maka sesungguhnya Allah mengampuni mereka, walaupun mereka telah berulang kali keluar dari Islam, lalu bila ketetapan tersebut dibuat untuk tindakan kekufuran, maka selain dari kekufuran seperti kemaksiatan yang tidak menyebabkan kekufuran adalah lebih utama dan lebih patut, bahwa seorang hamba bila berulang-ulang melakukan kemaksiatan kemudian ia kembali kepada taubat, niscaya Allah akan kembali juga mengampuninya.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 137 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-Maa’idah (Hidangan)المائدة

Laporkan kesalahan

Lainnya