غافر
Al-Ghafir / Al-Mu’min (Orang yang Beriman)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 34
وَلَقَدْ جَآءَكُمْ يُوسُفُ مِن قَبْلُ بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَمَا زِلْتُمْ فِى شَكٍّ مِّمَّا جَآءَكُم بِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا هَلَكَ قُلْتُمْ لَن يَبْعَثَ ٱللَّهُ مِنۢ بَعْدِهِۦ رَسُولًا ۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَنْ هُوَ مُسْرِفٌ مُّرْتَابٌ
34. Dan sungguh, sebelum itu Yusuf telah datang kepadamu membawa bukti-bukti yang nyata, tetapi kamu senantiasa meragukan apa yang dibawanya, bahkan ketika dia wafat, kamu berkata, “Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun setelahnya.” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang yang melampaui batas dan ragu-ragu,
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 34
(34) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَكُمۡ يُوسُفُ ﴿ "Dan sungguh telah datang Yusuf ke-padamu," yakni, Yusuf bin Ya'qub عليه السلام, ﴾ مِن قَبۡلُ ﴿ "sebelumnya," mak-sudnya, sebelum kedatangan Nabi Musa, dengan mukjizat-muk-jizat yang membuktikan kebenarannya, dan ia perintahkan kepada kalian untuk beribadah hanya kepada Allah, tanpa mempersekutu-kanNya, ﴾ فَمَا زِلۡتُمۡ فِي شَكّٖ مِّمَّا جَآءَكُم بِهِۦۖ ﴿ "tetapi kamu senantiasa dalam kera-guan tentang apa yang dibawanya kepadamu," pada masa hidupnya, ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا هَلَكَ ﴿ "sehingga ketika dia telah meninggal," kalian bertambah ragu dan makin berbuat syirik, ﴾ قُلۡتُمۡ لَن يَبۡعَثَ ٱللَّهُ مِنۢ بَعۡدِهِۦ رَسُولٗاۚ ﴿ "kamu berkata, 'Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya'." Itulah dugaan palsu kalian dan perkiraan kalian yang sesungguh-nya sangat tidak laik bagi Allah سبحانه وتعالى. Sebab, Allah سبحانه وتعالى tidak akan mem-biarkan manusia ini sia-sia; tidak memerintah mereka dan tidak melarang mereka. Tetapi Allah mengutus rasul-rasulNya kepada mereka. Maka dugaan bahwa Allah tidak mengutus seorang rasul adalah dugaan sesat, maka dari itu Dia berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَنۡ هُوَ مُسۡرِفٞ مُّرۡتَابٌ ﴿ "Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu." Itulah karakter mereka yang sesungguhnya, yang telah mem-buat mereka berlaku zhalim dan congkak terhadap Nabi Musa. Maka mereka adalah orang-orang yang berlebih-lebihan karena telah melampaui kebenaran dan berpaling darinya menuju kese-satan. Mereka adalah para pendusta di mana mereka menisbatkan semua itu kepada Allah سبحانه وتعالى dan mendustakan para RasulNya. Jadi, orang yang karakternya melampaui batas dan dusta, di-mana keduanya tidak pernah terlepas darinya adalah orang yang tidak akan diberi hidayah oleh Allah dan tidak dibimbing kepada kebaikan. Sebab ia telah menolak kebenaran setelah kebenaran itu sampai kepadanya dan setelah ia ketahui. Maka balasannya adalah, Allah menghukumnya dengan menghalangi hidayah darinya, se-bagaimana FirmanNya, ﴾ فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ 5 ﴿ "Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memaling-kan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik." (Ash-Shaf: 5). ﴾ وَنُقَلِّبُ أَفۡـِٔدَتَهُمۡ وَأَبۡصَٰرَهُمۡ كَمَا لَمۡ يُؤۡمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٖ وَنَذَرُهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ 110 ﴿ "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur`an) pada per-mulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." (Al-An'am: 110). ﴾ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ 258 ﴿ "Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." (Al-Baqarah: 258).
Tindakan ayat