Ar-Risalah

غافر

Al-Ghafir / Al-Mu’min (Orang yang Beriman)

85 ayatMakkiyahJuz 24

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 61

    ٱللَّهُ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِتَسْكُنُوا۟ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

    61. Allah-lah yang menjadikan malam untukmu agar kamu beristirahat padanya; (dan menjadikan) siang terang-benderang. Sungguh, Allah benar-benar memiliki karunia yang dilimpahkan kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 61

    Renungkanlah ayat-ayat suci ini yang menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah, limpahan karuniaNya dan kewajiban ber-syukur kepadaNya, kemahasempurnaan KuasaNya, keagungan otoritasNya, kemahaluasan kerajaanNya, keuniversalan ciptaan-Nya terhadap segala sesuatu, kemahasempurnaan hidupNya, dan kebersifatanNya dengan pujian atas setiap sifat-sifat sempurna yang dimilikiNya dan perbuatan-perbuatan baik yang dilakukanNya, kesempurnaan rububiyah dan keesaanNya dalam rububiyah itu. Dan sesungguhnya seluruh pengendalian di alam atas (langit) dan alam bawah (bumi) di masa yang telah berlalu, yang sekarang dan yang akan datang ada di Tangan Allah سبحانه وتعالى. Tidak seorang pun me-miliki urusan (kendali) dan tidak pula memiliki kekuasaan sedi-kitpun. Maka renungan ini akan menghasilkan keyakinan bahwa sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى-lah yang berhak disembah dan diibadahi, tidak ada seorang pun selain Dia yang berhak diibadahi sedikitpun, sebagaimana semua itu tidak memiliki rububiyah sedikitpun! Dan hal ini juga akan melahirkan hati yang penuh dengan ma'rifatullah, kecintaan kepadaNya, takut, dan berharap kepadaNya. Dua perkara, yaitu mengenal dan beribadah kepadaNya ada-lah merupakan tujuan Allah menciptakan makhluk (manusia) ini. Kedua perkara inilah tujuan yang diinginkan oleh Allah سبحانه وتعالى bagi hamba-hambaNya, dan kedua perkara ini pulalah yang dapat mengantarkan kepada setiap kebaikan, kemenangan, keshalihan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dua perkara ini adalah karu-nia yang paling mulia secara keseluruhan. Kedua perkara ini, jika terabaikan, maka terabaikan pula segala kebaikan dan datanglah segala keburukan. Kami memohon kepada Allah, semoga Dia ber-kenan memenuhi hati kami dengan ma'rifat kepadaNya dan men-cintaiNya, dan semoga Dia menjadikan gerak-gerik kami yang nampak dan yang tidak nampak tulus ikhlas demi keridhaanNya, patuh kepada perintahNya. Sesungguhnya tiada permohonan yang berat bagiNya dan tiada pemberian yang menyusahkanNya.

    (61) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيۡلَ ﴿ "Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu," maksudnya, karena kalianlah Allah menjadikan malam itu gelap ﴾ لِتَسۡكُنُواْ فِيهِ ﴿ "supaya kamu beristirahat padanya" dari gerak aktivitas kalian yang kalau seandainya ia terus tanpa henti, maka akan berakibat buruk. Kalian beristirahat di tempat tidur kalian dan Allah kemudian menidurkan kalian yang dengannya pikiran dan badan menjadi istirahat. Tidur merupakan kebutuhan primer manusia, ia tidak akan bisa hidup tanpa tidur. Pada malam hari juga setiap kekasih merasakan kedamaian kepada kekasihnya, pikiran bisa fokus dan segala yang menyibuk-kan berkurang. ﴾ و َ ﴿ "Dan" Allah سبحانه وتعالى menjadikan ﴾ وَٱلنَّهَارَ مُبۡصِرًاۚ ﴿ "siang terang benderang," dengan adanya matahari yang berotasi di ufuk, lalu kalian bangun dari tempat tidur kembali kepada kesi-bukan Agama dan dunia kalian. Sebagian waktu untuk berdzikir dan membaca dan sebagian untuk shalat, sebagian lagi untuk menuntut ilmu dan belajar, sebagian lagi untuk aktivitas jual-beli, untuk membangun, untuk menempa besi dan untuk berbagai ak-tivitas produksi lainnya. Sebagian lagi untuk bepergian jauh lewat darat maupun laut, untuk bercocok tanam, dan untuk mengurusi hewan-hewan ternaknya. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ ﴿ "Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia" yang sangat besar sekali, ﴾ عَلَى ٱلنَّاسِ ﴿ "atas manusia," di mana Dia karuniakan kepada mereka nikmat-nikmat ini dan yang lainnya, dan Dia jauhkan berbagai bencana dari mereka. Ini semua mengharuskan bersyukur penuh dan ber-dzikir kepadaNya. ﴾ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشۡكُرُونَ ﴿ "Akan tetapi keba-nyakan manusia tidak bersyukur," disebabkan oleh kebodohan dan kezhaliman mereka. ﴾ وَقَلِيلٞ مِّنۡ عِبَادِيَ ٱلشَّكُورُ 13 ﴿ "Dan sedikit sekali di antara hamba-hambaKu yang bersyukur." (Saba`: 13.). Yaitu yang mengakui nikmat-nikmat dari Allah, mereka tun-duk kepadaNya dan mencintaiNya, seraya menggunakan nikmat-nikmat tersebut dalam rangka taat kepadaNya dan mencari keri-dhaanNya.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 61 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaFussilat (Dijelaskan)فصلت

Laporkan kesalahan

Lainnya