Ar-Risalah

الزخرف

Az-Zukhruf (Perhiasan Emas)

89 ayatMakkiyahJuz 25

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 32

    أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَـٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

    32. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang membagi penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 32

    (32) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menyangkal usulan mereka, ﴾ أَهُمۡ يَقۡسِمُونَ رَحۡمَتَ رَبِّكَۚ ﴿ "Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Rabbmu," artinya, apakah mereka memegang perbendaharaan rahmat Allah سبحانه وتعالى dan pengaturan rahmat ada dia tangan mereka sehingga mereka bisa memberikan kenabian dan risalah pada siapa saja yang mereka kehendaki serta menahannya dari siapa saja yang mereka kehen-daki? ﴾ نَحۡنُ قَسَمۡنَا بَيۡنَهُم مَّعِيشَتَهُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۚ وَرَفَعۡنَا بَعۡضَهُمۡ فَوۡقَ بَعۡضٖ دَرَجَٰتٖ ﴿ "Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat," yakni, dalam kehidupan dunia, ﴾ و َ ﴿ "dan" (padahal) ﴾ وَرَحۡمَتُ رَبِّكَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ﴿ "Rahmat Rabbmu lebih baik dari apa yang me-reka kumpulkan," dari dunia. Mengingat penghidupan para hamba serta rizki duniawi mereka berada di Tangan Allah سبحانه وتعالى yang mana Dia-lah yang mem-bagikannya di antara para hamba, Dia memperluas rizki bagi siapa saja yang dikehendaki dan menyempitkannya bagi siapa saja yang dikehendaki berdasarkan kebijaksanaanNya, maka, rahmat dunia-wiNya –yang mana yang tertinggi darinya adalah rahmat kenabian dan risalah– tentu lebih utama dan layak berada di Tangan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى lebih tahu di mana menempatkan tugas kerasulan. Sehingga dapat diketahui bahwa usulan orang-orang musyrik gugur serta sia-sia dan pengaturan seluruh masalah, baik yang bersifat duniawi dan Agama berada di Tangan Allah سبحانه وتعالى semata. Ini adalah pemuasan bagi mereka dari segi kesalahan dalam membuat usulan yang sama sekali tidak mereka kuasai. Itu semua tidak lain hanyalah kezhaliman dari mereka dan penentangan terhadap ke-benaran. Perkataan mereka, ﴾ لَوۡلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنَ ٱلۡقَرۡيَتَيۡنِ عَظِيمٍ ﴿ "Mengapa al-Qur`an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Makkah dan Tha`if) ini," andai saja mereka mengetahui haki-kat orang-orang besar dan sifat-sifat yang dengannya bisa diketahui tingginya derajat seseorang serta agungnya derajat di sisi Allah سبحانه وتعالى dan makhlukNya, pasti mereka mengetahui bahwa Nabi Muham-mad bin Abdullah bin Abdul Muththalib adalah orang yang paling agung derajatnya, paling tinggi kebanggaannya, paling sempurna akalnya, paling banyak ilmunya, paling agung pandangan dan tekadnya, paling sempurna akhlaknya, paling luas kasih sayangnya, sangat berbelas kasih, orang yang paling mendapat petunjuk, dan paling bertakwa. Beliaulah kutub inti kesempurnaan, pada diri beliau bermuara sifat-sifat lelaki sejati. Beliaulah lelaki paling segalanya di dunia secara mutlak. Dan itu diketahui oleh kawan maupun lawan, kecuali orang-orang yang sesat dan angkuh. Maka bagaimana orang seperti itu bisa lebih mengutamakan orang-orang musyrik yang seberat biji sawi sekalipun tidak dapat menyamai tingkat kesempurnaan beliau, dan siapa pun yang tekad dan puncak akalnya adalah menjadikan patung, pohon, batu sebagai tuhan yang disembah dan dijadikan sebagai tempat mendekatkan diri, padahal tidak bisa membahayakan dan juga tidak bisa memberi manfaat, padahal ia sendiri bergantung pada Rabbnya dan memer-lukan bantuan orang untuk kepentingannya? Hanya orang-orang bodoh dan gila yang melakukan hal ini. Lantas bagaimana orang seperti itu dijadikan orang besar, atau bagaimana bisa lebih diuta-makan daripada penutup para rasul dan penghulu anak cucu Nabi Adam عليه السلام? Tapi orang-orang kafir tidak berakal. Dalam ayat ini terdapat peringatan atas hikmah Allah سبحانه وتعالى da-lam hal melebihkan sebagian orang atas yang lain di dunia, ﴾ لِّيَتَّخِذَ بَعۡضُهُم بَعۡضٗا سُخۡرِيّٗاۗ ﴿ "agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain," yaitu agar sebagian dari mereka menguasa atas sebagian yang lain dalam tugas, pekerjaan, dan perindustrian. Andai semua orang sama dari segi kekayaan, pasti tidak ada yang saling memer-lukan satu sama lain dan pasti banyak kepentingan dan manfaat mereka yang terbengkalai. Di dalam ayat ini juga terdapat dalil bahwa nikmat agama lebih baik daripada nikmat duniawi, sebagaimana yang difirman-kan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lainnya, ﴾ قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ 58 ﴿ "Katakanlah, 'Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan'." (Yunus: 58).

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 32 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAd-Dukhaan (Kabut / Asap)الدّخان

Laporkan kesalahan

Lainnya