Ar-Risalah

الأحقاف

Al-Ahqaaf (Bukit-bukit Pasir)

35 ayatMakkiyahJuz 26

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 17

    وَٱلَّذِى قَالَ لِوَٰلِدَيْهِ أُفٍّ لَّكُمَآ أَتَعِدَانِنِىٓ أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ ٱلْقُرُونُ مِن قَبْلِى وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ ٱللَّهَ وَيْلَكَ ءَامِنْ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

    17. Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, "Ah.[805] Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal beberapa umat sebelumku telah berlalu?" Lalu kedua orang tuanya itu memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata), "Celaka kamu, berimanlah! Sungguh, janji Allah itu benar." Lalu dia (anak itu) berkata, "Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu.”

    Catatan kaki

    [805]. Kata-kata, kalimat, atau isyarat, yang bernada menentang.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 17

    (17) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi anak shalih yang berbakti kepada kedua orang tua, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan kondisi anak durhaka dan itu adalah kondisi terburuk. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِي قَالَ لِوَٰلِدَيۡهِ ﴿ "Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya," ketika diajak untuk beriman kepada Allah سبحانه وتعالى dan Hari Akhir serta memberi kabar ancaman akan adanya pem-balasan dan inilah kebaikan terbesar yang berasal dari orang tua terhadap anak-anaknya yang mengajak anaknya kepada kesenangan dan keberuntungan abadi, hanya saja si anak membalasnya secara tidak baik seraya berkata, ﴾ أُفّٖ لَّكُمَآ ﴿ "Cih bagi kamu berdua," artinya, celakalah kalian berdua dan apa yang kalian berdua bawa itu. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebab mengapa anak me-mungkiri serta mengingkari ajakan orang tuanya, Allah سبحانه وتعالى berfir-man, ﴾ أَتَعِدَانِنِيٓ أَنۡ أُخۡرَجَ ﴿ "Apakah kamu berdua memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan," dari kuburku menuju Hari Kiamat, ﴾ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلۡقُرُونُ مِن قَبۡلِي ﴿ "padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebe-lumku?" Mereka sebelumnya juga mendustakan dan mengingkari ajakan seperti ini, mereka adalah umat-umat yang dijadikan panutan bagi orang-orang kafir, bodoh, dan pembangkang. ﴾ وَهُمَا يَسۡتَغِيثَانِ ٱللَّهَ ﴿ "Lalu kedua ibu bapaknya memohon pertolongan kepada Allah سبحانه وتعالى," atas putranya seraya mengatakan pada putranya, ﴾ وَيۡلَكَ ءَامِنۡ ﴿ "Celaka kamu, berimanlah!" Artinya, kedua orang tuanya mencurahkan segenap tenaga yang dimiliki dan berusaha keras untuk menunjukkan pu-tranya, dengan begitu gigihnya sampai-sampai kedua orang tuanya memintakan pertolongan kepada Allah سبحانه وتعالى untuk putranya layaknya orang yang hendak tenggelam ke dalam air, kedua orang tuanya meminta dan memohon kepada Allah سبحانه وتعالى dengan memelas seraya merasa perih karena anaknya dan menjelaskan kebenaran padanya, keduanya berkata, ﴾ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ ﴿ "Sesungguhnya janji Allah itu adalah benar." Kemudian keduanya memaparkan dalil-dalil semampunya, namun putranya justru semakin membantah, menjauh, dan me-nyombongkan diri dari kebenaran seraya menuduh kebenaran yang dibawa kedua orang tuanya, ﴾ فَيَقُولُ مَا هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "lalu dia berkata, 'Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka'." Artinya, tidak lain hanyalah dinukil dari kitab-kitab orang ter-dahulu, bukan berasal dari Allah سبحانه وتعالى dan tidak pula berasal dari wahyu yang diberikan kepada RasulNya. Semua orang tahu bahwa Muhammad a adalah orang yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis dan tidak pernah belajar dari siapa pun, lantas dari mana dia belajar? Bagaimana manusia bisa membuat seperti al-Qur`an ini meski mereka saling membantu satu sama lain?

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 17 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaMuhammad (Nabi Muhammad SAW)محمد

Laporkan kesalahan

Lainnya