محمد
Muhammad (Nabi Muhammad SAW)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 34
إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَصَدُّوا۟ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ
34. Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah, kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka Allah tidak akan mengampuni mereka.
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 34
(34) Ayat ini dan ayat lain yang terdapat dalam surat al-Baqarah, ﴾ وَمَن يَرۡتَدِدۡ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتۡ وَهُوَ كَافِرٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ حَبِطَتۡ أَعۡمَٰلُهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا وَٱلۡأٓخِرَةِۖ ﴿ "Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat," (Al-Baqarah: 217), adalah sebagai pembatas kemut-lakan semua nash tentang gugurnya amalan karena kekufuran. Yakni, gugurnya amal karena kekufuran dibatasi dengan kematian orang bersangkutan dalam kekufuran. Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ﴿ "Sesungguh-nya orang-orang yang kafir," terhadap Allah سبحانه وتعالى, malaikat, kitab-kitab Allah سبحانه وتعالى, rasul-rasul Allah سبحانه وتعالى, dan Hari Akhir, ﴾ وَصَدُّواْ ﴿ "dan mengha-langi" manusia ﴾ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ﴿ "dari jalan Allah," dengan cara mendorong mereka agar tidak menerima kebenaran dan diajak kepada keba-tilan serta dihias-hiasi, ﴾ ثُمَّ مَاتُواْ وَهُمۡ كُفَّارٞ ﴿ "kemudian mereka mati dalam keadaan kafir," sebelum bertaubat, ﴾ فَلَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَهُمۡ ﴿ "maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka," tidak dengan syafa'at atau lainnya, karena Allah سبحانه وتعالى telah memastikan azab atas mereka. Me-reka telah kehilangan pahala dan Allah سبحانه وتعالى telah mewajibkan mereka untuk kekal di dalam neraka, serta rahmat dari Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Menyayangi dan Maha Mengampuni telah ditutup untuk mereka. Makna tersirat dari ayat ini adalah bahwa jika mereka bertau-bat dari kekufuran sebelum ajal menjelang, maka Allah سبحانه وتعالى akan mengampuni dan merahmati mereka, serta memasukkan mereka ke dalam surga, meski mereka menghabiskan usia dalam kekufuran dan menghalang-halangi manusia dari jalan Allah سبحانه وتعالى serta melaku-kan berbagai kemaksiatan. Mahasuci Allah سبحانه وتعالى yang membukakan pintu-pintu rahmat untuk para hambaNya dan tidak menutupnya dari seorang pun selama yang bersangkutan masih hidup dan masih mungkin bertaubat. Mahasuci Allah سبحانه وتعالى Yang Mahasabar yang tidak menyegerakan siksaan bagi mereka yang durhaka, Allah سبحانه وتعالى justru mengampuni mereka dan memberi mereka rizki seolah-olah mereka tidak pernah mendurhakaiNya padahal Allah سبحانه وتعالى Kuasa untuk se-gera menyiksa mereka.
Tindakan ayat