الفتح
Al-Fath (Kemenangan)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 27
لَّقَدْ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءْيَا بِٱلْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا۟ فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا
27. Sungguh, Allah akan membuktikan kepada rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan menggunduli rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.[809]
Catatan kaki
[809]. Beberapa lama sebelum terjadi Perdamaian Hudaibiyah, Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bermimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya memasuki Kota Mekkah dan Masjidil Haram dalam keadaan sebagian mereka menggunduli rambut dan sebagian lagi memendekkannya. Nabi mengatakan bahwa mimpi beliau itu nanti akan terjadi. Kemudian berita ini tersiar di kalangan kaum muslimin, orang-orang munafik, serta orang-orang yang Yahudi dan Nasrani. Setelah terjadi “Perdamaian Hudaibiyah” dan kaum muslimin pada waktu itu tidak sampai memasuki Mekkah, maka orang-orang munafik mengolok-olokkan Nabi dan menyatakan bahwa mimpi yang beliau katakan pasti akan terjadi itu adalah bohong belaka. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mimpi Nabi itu pasti akan menjadi kenyataan pada tahun yang akan datang. Sekiranya pada tahun terjadinya Perdamaian Hudaibiyah itu kaum muslimin memasuki kota Mekkah, maka keselamatan orang-orang yang menyembunyikan imannya yang berada di kota Mekkah pada waktu itu merasa terancam.
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 27
(27) Allah تعالى berfirman, ﴾ لَّقَدۡ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءۡيَا بِٱلۡحَقِّۖ ﴿ "Sesung-guhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya." Hal ini adalah karena sebelumnya Rasulullah a bermimpi ketika berada di Madinah kemudian di-beritahukan kepada para sahabatnya, bahwa mereka akan masuk Makkah dan berthawaf di Baitullah. Namun ketika terjadi peristiwa dalam perjanjian Hudaibiyah tersebut dan mereka kembali lagi ke Madinah tanpa bisa memasuki Makkah hingga mereka pun mena-nyakan hal itu kepada Rasulullah a, "Bukankah engkau pernah memberitahu kami bahwa kita akan mendatangi dan berthawaf di Baitullah?" Rasulullah a menjawab, "Apakah aku memberitahukan kepada kalian bahwa itu terjadi pada tahun ini?"[92] Para sahabat menjawab, "Tidak." Rasulullah a menjawab, "Sesungguhnya kalian pasti akan mendatangi dan berthawaf di Baitullah." Dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لَّقَدۡ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءۡيَا بِٱلۡحَقِّۖ ﴿ "Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya," yakni, pasti akan tejadi dan benar meski terlambatnya penjelasan hal itu tidak memburamkan hal itu, ﴾ لَتَدۡخُلُنَّ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمۡ وَمُقَصِّرِينَ ﴿ "(yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan menguris rambut kepala dan mencukur-nya," yakni, pada saat itu yang mengharuskan kalian untuk meng-agungkan baitul haram, menunaikan dan menyempurnakan ma-nasik dengan mencukur dan menggunting rambut tanpa disertai rasa takut. ﴾ فَعَلِمَ ﴿ "Maka Allah mengetahui" berbagai kepentingan dan manfaat, ﴾ مَا لَمۡ تَعۡلَمُواْ فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَٰلِكَ ﴿ "apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu," yakni, masuk dengan keadaan seperti itu sebagai ﴾ فَتۡحٗا قَرِيبًا ﴿ "kemenangan yang dekat."
Tindakan ayat