Ar-Risalah

الحجرات

Al-Hujurat (Bilik-bilik)

18 ayatMadaniyahJuz 26

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 1

    يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُقَدِّمُوا۟ بَيْنَ يَدَىِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

    1. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan rasul-Nya,[810] dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

    Catatan kaki

    [810]. Maksudnya, orang-orang mukmin tidak boleh menetapkan suatu hukum, sebelum ada ketetapan dari Allah dan Rasul-Nya.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 1

    Ayat ini mencakup etika terhadap Allah سبحانه وتعالى dan terhadap Rasulullah a serta mengagungkan, menghormati, dan memulia-kannya. Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman sesuai dengan tuntutan keimanan terhadap Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi larangan-Nya serta harus berjalan di belakang perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى dan mengikuti sunnah Rasulullah a dalam semua hal, agar tidak mendahului Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya, tidak mengatakan sesuatu pun hingga Allah سبحانه وتعالى dan Rasulullah a menyatakan, dan tidak me-merintah apa pun hingga Allah سبحانه وتعالى dan Rasulullah a memerintah. Inilah hakikat etika wajib terhadap Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya dan itulah alamat kebahagiaan dan keberuntungan seorang hamba. Jika etika tersebut tidak dimiliki oleh seorang hamba, maka dia tidak akan mendapatkan kebahagiaan abadi dan kenikmatan kekal. Da-lam hal ini terdapat larangan keras untuk mendahului perkataan Rasulullah a sebelum beliau mengucapkan. Manakala Sunnah Rasulullah a telah jelas, maka ia wajib diikuti dan harus didahulu-kan atas yang lainnya, tidak peduli siapa pun orangnya.

    (1) Allah تعالى memerintahkan untuk takwa secara umum, yaitu sebagaimana yang dikatakan oleh Thalq bin Habib yang berkata, "Takwa itu adalah bahwa Anda mengerjakan ketaatan kepada Allah di atas dasar cahaya dari Allah di mana Anda hanya berharap pahala balasan Allah, dan bahwa Anda meninggalkan kemaksiatan kepada Allah berdasarkan cahaya dari Allah di mana Anda takut kepada azabNya. Dan Firman Allah ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Men-dengar ," yakni, semua jenis suara dan dalam semua waktu sekali-pun dalam tempat dan arah yang sama. ﴾ عَلِيمٞ ﴿ "lagi Maha Mengeta-hui," yakni apa-apa yang zahir dan apa-apa yang bersifat batin, yang telah berlalu maupun yang akan datang, yang wajib secara aqli dan juga yang mustahil dan mubah secara aqli. Dalam penyebutan dua nama Allah yang mulia ini setelah didahului dengan larangan mendahului Allah dan RasulNya, kemudian perintah untuk bertakwa kepadaNya, Allah mendorong untuk melaksanakan perintah-perintah yang baik tersebut dan juga adab-adab yang bagus, serta ancaman dari lawannya.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 1 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaQaafق

Laporkan kesalahan

Lainnya