Ar-Risalah

المائدة

Al-Maa’idah (Hidangan)

120 ayatMadaniyahJuz 6

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 75

    مَّا ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ ٱلطَّعَامَ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ ٱلْـَٔايَـٰتِ ثُمَّ ٱنظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

    75. Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang Rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan.[289] Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka).

    Catatan kaki

    [289]. Bahwa Nabi 'Isa -'alaihissalām- dan ibunya adalah manusia, yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperti makan, minum dan sebagainya.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 75

    (75) Kemudian Allah menjelaskan hakikat al-Masih dan ibunya yang merupakan kebenaran, Dia berfirman,﴾ مَّا ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ إِلَّا رَسُولٞ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُ ﴿ "Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rasul." Maksudnya, ini adalah predikat dan kedudukannya yang paling tinggi, bahwa dia adalah di antara hamba-hamba Allah yang diutus, yang mana para rasul tersebut tidak memiliki wewenang dan hak peletakan syariat selain apa yang Allah mengutus mereka dengan-nya. Dia dan rasul-rasul sebelumnya adalah satu jenis, tidak ada keistimewaan baginya dibandingkan nabi-nabi yang lain sehingga ia keluar dari tingkat kemanusiaan menjadi tingkat ketuhanan. ﴾ وَأُمُّهُۥ ﴿ "Dan ibunya," Maryam adalah ﴾ صِدِّيقَةٞۖ ﴿ "seorang yang sangat benar." Maksudnya, inilah kedudukan yang paling tinggi, yaitu dia termasuk shiddiqin (yang jujur dan benar dalam iman) yang merupakan derajat makhluk yang tertinggi sesudah para nabi. Dan sifat ash-shiddiq (jujur dan benar) adalah ilmu yang berguna yang membuahkan keyakinan dan amal shalih. Ini adalah bukti bahwa Maryam bukanlah seorang nabi. Akan tetapi derajat tertinggi ada-lah sebagai shiddiqah. Dan itu cukuplah sebagai keutamaan dan kemuliaan baginya. Begitu pula wanita-wanita yang lain. Tak satu pun dari mereka yang diangkat menjadi nabi, karena Allah men-jadikan kenabian pada kelompok yang paling sempurna yaitu laki-laki, sebagaimana FirmanNya, ﴾ وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالٗا نُّوحِيٓ إِلَيۡهِم ﴿ "Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya." (Yusuf: 109). Jika Isa termasuk ke dalam deretan para Nabi dan Rasul yang datang sebelumnya dan ibunya adalah shiddiqah, maka dengan da-sar apa orang-orang Nasrani menjadikan keduanya sebagai tuhan bersama Allah. FirmanNya, ﴾ كَانَا يَأۡكُلَانِ ٱلطَّعَامَۗ ﴿ "Kedua-duanya biasa mema-kan makanan." Ini adalah dalil yang jelas bahwa keduanya adalah hamba yang fakir, yang membutuhkan makanan dan minuman seperti Bani Adam yang lain. Seandainya keduanya adalah tuhan, niscaya keduanya tidak memerlukan apa pun, karena Tuhan itu Mahakaya dan Terpuji. Manakala Allah menjelaskan bukti, Dia berfirman, ﴾ ٱنظُرۡ كَيۡفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ ﴿ "Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami)," yang menjelaskan kepada kebenaran, yang menyingkap keyakin-an, walaupun begitu ia tidak berguna apa pun pada mereka, justru mereka tetap memegang kedustaan, kepalsuan, dan kebohongan. Hal itu adalah kezhaliman dan pengingkaran dari mereka.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 75 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-An’aam (Binatang Ternakan)الأنعام

Laporkan kesalahan

Lainnya