Ar-Risalah

القمر

Al-Qamar (Bulan)

55 ayatMakkiyahJuz 27

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 9

    ۞ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ فَكَذَّبُوا۟ عَبْدَنَا وَقَالُوا۟ مَجْنُونٌ وَٱزْدُجِرَ

    9. Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, "Dia orang gila!” Lalu diusirnya dengan ancaman.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 9

    (9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 9 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAr-Rahman (Yang Maha Pemurah)الرحمن

Laporkan kesalahan

Lainnya