Ar-Risalah

المجادلة

Al-Mujadilah (Perempuan yang Merayu)

22 ayatMadaniyahJuz 28

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 10

    إِنَّمَا ٱلنَّجْوَىٰ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ لِيَحْزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَلَيْسَ بِضَآرِّهِمْ شَيْـًٔا إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

    10. Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 10

    (10) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّمَا ٱلنَّجۡوَىٰ ﴿ "Sesungguhnya pembica-raan rahasia itu," maksudnya, pembicaraan rahasia yang dilakukan musuh-musuh kaum Mukminin terhadap orang-orang Mukmin untuk menipu dan mencari-cari kejelekan itu, berasal dari setan yang tipu dayanya lemah dan makarnya tidak berguna, ﴾ لِيَحۡزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita." Inilah tujuan dan maksud dari makar mereka. ﴾ وَلَيۡسَ بِضَآرِّهِمۡ شَيۡـًٔا إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudarat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah," karena Allah سبحانه وتعالى menjanjikan penjagaan dan kemenangan untuk orang-orang Mukmin atas musuh-musuh mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَا يَحِيقُ ٱلۡمَكۡرُ ٱلسَّيِّئُ إِلَّا بِأَهۡلِهِۦۚ ﴿ "Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri." (Fathir: 43). Para musuh Allah سبحانه وتعالى, RasulNya, dan orang-orang Mukmin meski memiliki makar dan rencana buruk, dampak bahayanya akan kembali pada mereka sendiri dan tidak ada sesuatu pun yang membahayakan kaum Mukminin kecuali yang telah ditakdirkan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal." Maksudnya, hendaklah orang-orang yang beriman bergantung pada Allah سبحانه وتعالى serta percaya akan janji-Nya, sebab siapa saja yang bertawakal kepada Allah سبحانه وتعالى akan diberi kecukupan; diberi kecukupan dalam agama dan dunianya.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 10 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-Hasyr (Pengusiran)الحشر

Laporkan kesalahan

Lainnya