الأنعام
Al-An’aam (Binatang Ternakan)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 62
ثُمَّ رُدُّوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ ٱلْحَـٰسِبِينَ
62. Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) ada pada-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 62
(62) ﴾ ثُمَّ ﴿ "Kemudian" setelah kematian dan kehidupan di alam Barzakh dengan kebaikan dan keburukannya, ﴾ رُدُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ مَوۡلَىٰهُمُ ٱلۡحَقِّۚ ﴿ "mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya," maksudnya, Dzat yang menguasai mere-ka dengan hukum takdirNya memberlakukan kepada mereka bermacam-macam tatanan sesuai dengan kehendakNya. Kemu-dian Dia menguasai mereka dengan perintah dan laranganNya. Dia mengutus para Rasul kepada mereka dan menurunkan kitab-kitab lalu mereka dikembalikan kepadaNya agar Dia memutuskan balasanNya bagi mereka. Dia membalas kebaikan mereka dengan pahala dan mengazab kejahatan yang mereka kerjakan. Oleh ka-rena itu Dia berfirman, ﴾ أَلَا لَهُ ٱلۡحُكۡمُ ﴿ "Ketahuilah, bahwa segala hukum (pada hari itu) adalah kepunyaanNya" semata tanpa sekutu bagiNya. ﴾ وَهُوَ أَسۡرَعُ ٱلۡحَٰسِبِينَ ﴿ "Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat." Karena kesempurnaan ilmu dan penjagaanNya terhadap amal-amal mereka sesuai dengan apa yang Dia tetapkan di Lauh al-Mahfuzh lalu dengan apa yang dicatat oleh para malaikat dalam kitab-kitab mereka. Jika Allah adalah Dzat yang sendirian dalam mencipta dan mengatur, Dia Mahakuasa atas hamba-hambaNya, Dia sangat memperhatikan mereka dalam segala keadaan. Dia-lah pemilik hukum takdir, hukum syar'i, dan hukum pembalasan, lalu bagai-mana orang-orang musyrik membelot dari Dzat yang sifatNya demikian menuju penyembahan kepada sesuatu yang tidak me-miliki sedikit pun perkara, tidak pula memiliki manfaat sedikit pun walaupun sebesar biji sawi dan tidak memiliki kemampuan dan keinginan? Demi Allah, jika mereka mengetahui kebijaksana-an Allah kepada mereka, ampunan dan rahmatNya kepada mereka, sementara mereka menentangNya dengan kekufuran dan kesyi-rikan, mereka berani berbohong dan berdusta atas kebesaranNya, namun Dia terus memberi rizki dan keselamatan kepada mereka, tentunya muncul pendorong pada diri mereka untuk mengetahui-Nya, akal mereka pun larut dalam mencintaiNya, dan mereka akan marah besar terhadap diri mereka yang telah patuh kepada ajakan-ajakan setan yang mengantarkan kepada kehinaan dan kerugian, akan tetapi mereka adalah kaum yang tidak berakal.
Tindakan ayat