Ar-Risalah

الأنعام

Al-An’aam (Binatang Ternakan)

165 ayatMakkiyahJuz 7

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 8

    وَقَالُوا۟ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِىَ ٱلْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ

    8. Dan mereka berkata, “Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?”[305] Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu,[306] tetapi mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun).

    Catatan kaki

    [305]. Untuk menerangkan bahwa Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- itu seorang nabi. [306]. Kalau diturunkan kepada mereka malaikatt, sedang mereka tidak beriman, tentulah mereka akan diazab oleh Allah, sehingga mereka binasa semuanya.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 8

    (8) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata," dengan keras kepala yang dilandasi oleh kebodohan dan ketidaktahuan terhadap perkara yang masuk akal, ﴾ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ مَلَكٞۖ ﴿ "Mengapa tidak diturunkan kepada-nya (Muhammad) seorang malaikat?" Mengapa tidak diturunkan bersama Muhammad seorang malaikat yang menolongnya dan membantunya dalam menunaikan tugasnya dengan anggapan da-ri mereka bahwa dia adalah manusia, sementara risalah Allah tidak akan sampai kecuali melalui tangan para malaikat. Allah menjelas-kan rahmat dan kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya di mana Dia mengutus -kepada mereka- manusia dari kalangan mereka sendiri, agar keimanan kepada syariat yang dibawanya adalah didasari ilmu, bashirah dan secara ghaib. ﴾ وَلَوۡ أَنزَلۡنَا مَلَكٗا ﴿ "Dan kalau Kami turunkan (kepadanya) seorang malaikat," dengan membawa ri-salah Kami, niscaya iman tersebut tidak didasari oleh pengetahuan terhadap kebenaran dan niscaya iman tersebut hanya didasari de-ngan perkara yang kasat mata, yang iman itu sendiri sama sekali tidak berguna. Itu adalah kalau mereka beriman, namun biasanya mereka tidak beriman dalam keadaan tersebut. Jika mereka tidak beriman, ﴾ لَّقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "tentu selesailah urusan itu," dengan menyegera-kan kebinasaan kepada mereka dan tidak ada penundaan lagi bagi mereka, karena ini adalah sunnatullah yang berlaku pada orang yang meminta turunnya ayat yang diusulkan lalu tidak beriman kepadanya. Pengutusan seorang rasul manusia kepada mereka dengan membawa ayat-ayat yang jelas di mana Allah mengetahui bahwa ia lebih baik dan lebih lembut bagi para hamba disertai pe-nangguhanNya terhadap orang-orang kafir yang mendustakan Allah adalah lebih baik dan lebih berguna bagi mereka, jadi tun-tutan mereka agar malaikat turun adalah lebih buruk bagi mereka jika mereka mengetahui.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 8 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-A’raaf (Tempat Tertinggi)الأعراف

Laporkan kesalahan

Lainnya