الممتحنة
Al-Mumtahanah (Perempuan yang Diuji)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 1
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّخِذُوا۟ عَدُوِّى وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِٱلْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا۟ بِمَا جَآءَكُم مِّنَ ٱلْحَقِّ يُخْرِجُونَ ٱلرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ ۙ أَن تُؤْمِنُوا۟ بِٱللَّهِ رَبِّكُمْ إِن كُنتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَـٰدًا فِى سَبِيلِى وَٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِى ۚ تُسِرُّونَ إِلَيْهِم بِٱلْمَوَدَّةِ وَأَنَا۠ أَعْلَمُ بِمَآ أَخْفَيْتُمْ وَمَآ أَعْلَنتُمْ ۚ وَمَن يَفْعَلْهُ مِنكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ
1. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia sehingga kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal mereka telah ingkar kepada kebenaran yang disampaikan kepadamu. Mereka mengusir Rasul dan kamu sendiri karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang, dan Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sungguh, dia telah tersesat dari jalan yang lurus.
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 1
Banyak ahli tafsir n menyebutkan bahwa sebab turunnya ayat-ayat mulia dalam surat ini berkenaan dengan kisah Hatib bin Abu Balta'ah, ketika Nabi a tengah siap berperang dalam peristiwa penaklukan Makkah.[118] Hatib mengirim surat untuk kaum musyrikin Makkah memberitahukan keberangkatan Rasulullah a ke Makkah agar dengan surat itu Hatib mendapat bantuan (bagi keluarganya) di tengah mereka, dan bukan karena keraguan dan kemunafikan. Surat itu dikirim lewat seorang wanita. Nabi a diberitahukan (melalui wahyu) perihal Hatib kemudian mengirim utusan untuk menemui wanita itu sebelum sampai ke Makkah dan suratnya diambil. Nabi a pun mencela Hatib, ia pun menyampaikan alasan yang kemudian diterima oleh Nabi a. Ayat-ayat ini berisi larangan keras untuk bersikap loyal ter-hadap orang-orang kafir dari kalangan musyrik dan lainnya serta memberikan rasa kasih sayang pada mereka. Karena hal itu mena-fikan keimanan dan berseberangan dengan Agama Nabi Ibrahim, kekasih Allah, bertentangan dengan akal yang mengharuskan benar-benar mewaspadai musuh yang sama sekali tidak menyisa-kan usaha sedikit pun dalam memusuhi serta selalu memanfaatkan kesempatan untuk mencelakai musuhnya.
(1) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ﴿ "Hai orang-orang yang beriman," maksudnya, lakukanlah tuntutan keimanan kalian de-ngan bersikap loyal terhadap orang yang menunaikan keimanan dan memusuhi orang yang memusuhinya, karena sesungguhnya ia adalah musuh Allah سبحانه وتعالى dan musuh orang-orang yang beriman, ﴾ لَا تَتَّخِذُواْ عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمۡ أَوۡلِيَآءَ تُلۡقُونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ ﴿ "janganlah kamu mengambil mu-suhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang," maksudnya, bersegera dalam mencintai mereka dan melakukan sebab-sebabnya karena kecintaan itu jika tulus akan disertai oleh pertolongan dan sikap loyal, dengan demikian seorang hamba akan keluar dari keimanan dan termasuk dalam kalangan orang-orang kafir. Maksudnya, terpisah dari orang-orang yang beriman. Orang Mukmin yang menjadikan orang kafir sebagai penolong juga tidak memiliki harga diri, sebab bagaimana bisa menjadikan musuh se-bagai pemimpinnya yang hanya menghendaki keburukan baginya serta menentang Rabbnya dan para kekasihNya yang menghendaki kebaikan padanya dengan memerintahkan dan mendorong pada kebaikan. Di antara faktor yang menyebabkan orang Mukmin memusuhi orang-orang kafir adalah karena orang-orang kafir mengingkari kebenaran yang dibawa oleh orang-orang Mukmin. Tidak ada pembangkangan yang lebih berat dari pengingkaran seperti ini. Karena mereka telah kufur dengan pangkal agama kalian, mereka mengira bahwa kalian berada dalam kesesatan, tidak berada di atas petunjuk, padahal sebenarnya merekalah yang kafir terhadap kebenaran yang tidak ada keraguannya. Siapa pun yang menolak kebenaran, maka mustahil baginya memiliki dalil atau hujjah atas kebenaran pandangannya. Bahkan hanya dengan mengetahui ke-benaran saja sudah bisa menunjukkan batilnya pandangan orang yang menolaknya. Di antara puncak permusuhan mereka adalah ﴾ يُخۡرِجُونَ ٱلرَّسُولَ وَإِيَّاكُمۡ ﴿ "mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu," wahai orang-orang yang beriman dari kampung halaman kalian dan mengusir kalian dari negeri kalian, padahal kalian tidak bersalah selain hanya ka-rena kalian beriman ﴾ بِٱللَّهِ رَبِّكُمۡ ﴿ "kepada Allah, Rabbmu," Yang harus disembah oleh seluruh makhluk, karena Dia adalah Rabb mereka serta yang memberikan berbagai nikmat, baik yang lahir maupun yang batin. Dia-lah Allah سبحانه وتعالى. Ketika mereka berpaling dari hal ini yang merupakan kewajiban pertama dan utama sedangkan kalian menunaikannya, mereka pun memusuhi kalian dan mengusir ka-lian dari kampung halaman kalian karena keimanan. Lantas agama apa, harga diri yang mana serta akal mana yang masih tersisa bagi seorang hamba yang beriman yang menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong, yang seperti itulah sifat mereka di setiap waktu dan tempat. Tidak ada yang menghalangi mereka dari permusuhan itu selain rasa takut atau adanya penghalang yang kuat. ﴾ إِن كُنتُمۡ خَرَجۡتُمۡ جِهَٰدٗا فِي سَبِيلِي وَٱبۡتِغَآءَ مَرۡضَاتِيۚ ﴿ "Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalanKu dan mencari keridhaanKu (janganlah kamu berbuat demikian)." Maksudnya, jika kalian pergi berniat untuk jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى untuk menegakkan kalimat Allah سبحانه وتعالى serta mencari ridhaNya, maka ketahuilah tuntutan hal ini dengan bersikap loyal terhadap para kekasih Allah سبحانه وتعالى dan memusuhi para musuh Allah سبحانه وتعالى, karena inilah jihad di jalan Allah سبحانه وتعالى yang paling agung dan di antara salah satu amalan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى dan mencari keridhaanNya. ﴾ تُسِرُّونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ وَأَنَا۠ أَعۡلَمُ بِمَآ أَخۡفَيۡتُمۡ وَمَآ أَعۡلَنتُمۡۚ ﴿ "Kamu memberitahukan se-cara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan." Maksudnya, mengapa kalian menyembunyikan rasa kasih sayang terhadap orang-orang kafir padahal kalian me-ngetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى mengetahui apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian nyatakan. Meskipun hal itu tidak diketahui oleh orang-orang yang beriman tapi tidak samar bagi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى akan memberi balasan pada hamba-hambaNya berdasarkan amalan yang diperbuat, baik dan buruknya. ﴾ وَمَن يَفۡعَلۡهُ مِنكُمۡ ﴿ "Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya," yaitu loyal terhadap orang-orang kafir setelah diperingatkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَقَدۡ ضَلَّ سَوَآءَ ٱلسَّبِيلِ ﴿ "maka sungguh dia telah tersesat dari jalan yang lurus," karena ia me-nempuh jalan yang berseberangan dengan syariat, akal, dan harga diri kemanusiaan.
Tindakan ayat