Ar-Risalah

الحاقة

Al-Haaqqah (Keadaan Sebenar / Hari Kiamat)

52 ayatMakkiyahJuz 29

Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal

Pengaturan membaca

Panduan warna tajwid

Nama, contoh, dan pola garis bawah membantu mengenali kaidah selain warna. Contoh diambil dari teks Al-Qur’an yang diterbitkan.

Gunnah
وَمِمَّا2:3
Ikhfa
يُنفِقُونَ2:3
Idgam
هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ2:2
Iklab
أَلِيمٌۢ بِمَا2:10
Qalqalah (pantulan)
رَزَقْنَـٰهُمْ2:3
Mad: 2 harakat
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Mad: 2, 4, atau 6 harakat
ٱلرَّحِيمِ1:1
Mad: 4 atau 5 harakat
بِمَآ2:4
Mad: 6 harakat
ٱلضَّآلِّينَ1:7
Hamzah wasal
ٱللَّهِ1:1
Lam syamsiah
ٱلرَّحْمَـٰنِ1:1
Huruf tidak dibaca
ٱلصَّلَوٰةَ2:3

Tajweed annotations: cpfair/quran-tajweed (CC BY 4.0), built from ReciteQuran.com and the Dar al-Maarifah tajweed masahif; offsets adapted to the current Tanzil text.

Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com

  1. 27

    يَـٰلَيْتَهَا كَانَتِ ٱلْقَاضِيَةَ

    27. Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.

    Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)

    Mencakup ayat 25 - 29

    (25-29) Mereka adalah orang-orang yang celaka. Catatan amal mereka yang mencakup amalan-amalan buruk diterima de-ngan tangan kiri sebagai tanda yang membedakan mereka dengan yang lain dan sebagai tanda kehinaan, aib, dan dipermalukan. Salah satu dari mereka berkata dengan bersedih dan berduka, ﴾ يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُوتَ كِتَٰبِيَهۡ ﴿ "Aduhai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini)," karena ia diberi kabar gembira akan masuk neraka dan keru-gian abadi, ﴾ وَلَمۡ أَدۡرِ مَا حِسَابِيَهۡ ﴿ "dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku," alangkah baiknya aku terlupakan dan tidak dibangkitkan serta amalku tidak diperhitungkan. Karena itu ia berkata, ﴾ يَٰلَيۡتَهَا كَانَتِ ٱلۡقَاضِيَةَ ﴿ "Aduhai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala se-suatu," maksudnya, alangkah baiknya (jika) kematianku itu adalah kematian yang tidak lagi dibangkitkan. Kemudian ia menengok harta dan kekuasaannya. Itulah yang mengundang bencana baginya dan sama sekali tidak membawa guna untuk hari akhirnya andai dijadikan tebusan dari siksaan. Ia berkata, ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنِّي مَالِيَهۡۜ ﴿ "Hartaku sekali-kali tidak memberi manfaat ke-padaku." Maksudnya, tidak berguna bagiku, tidak di dunia karena tidak aku gunakan untuk amal baik sama sekali dan tidak pula di akhirat. Waktu memanfaatkan harta telah habis. ﴾ هَلَكَ عَنِّي سُلۡطَٰنِيَهۡ ﴿ "Telah hilang kekuasaan dariku," yakni lenyap dan sirna. Bala tentara tidak lagi berguna, tidak pula banyaknya segala sesuatu, tidak jumlah maupun persiapan dan tidak pula wibawa. Semua itu lenyap bagai diterbangkan angin. Karenanya, pedagang kehilangan laba. Yang datang adalah penggantinya berupa kesedihan dan duka.

    Tafsir As-Sa’di, Bahasa Indonesia v1.0.0, QuranEnc.com

    Tindakan ayat
    Buka halaman ayat 27 Periksa bacaan saya: Eksperimental
    Catatan pribadi

Baca tafsir

Surah berikutnyaAl-Ma’arij (Tempat-tempat Naik)المعارج

Laporkan kesalahan

Lainnya