التوبة
At-Taubah (Pengampunan)
Mahmud khalil al hushariyHafsh dari 'Ashim - Murattal
Pengaturan membaca
Indonesian Translation - Sabiq Company. Versi: 1.1.3. Terakhir diperbarui: 2025-06-02. QuranEnc.com
- 117
لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَـٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
117. Sungguh, Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin, dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi pada masa-masa sulit, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada mereka,
Tafsir As-Sa’di (Bahasa Indonesia)
Mencakup ayat 117
(117) Allah تعالى mengabarkan bahwa termasuk kebaikan dan kasih sayangNya, ﴾ تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِيِّ ﴿ "Allah telah menerima taubat Nabi", Muhammad ﴾ وَٱلۡمُهَٰجِرِينَ وَٱلۡأَنصَارِ ﴿ "dan orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar." Dia mengampuni kesalahan mereka, memu-dahkan kebaikan bagi mereka, dan mengangkat mereka ke derajat tertinggi, hal itu karena mereka melakukan amal yang sangat sulit dan sangat berat, oleh karena itu Dia berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ ٱلۡعُسۡرَةِ ﴿ "Yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan", yakni, berangkat bersama beliau untuk memerangi musuh di perang Tabuk, di mana ia terjadi pada saat yang sangat panas, bekal dan kendaraan sedikit, dan banyaknya jumlah musuh, hal mana itu mendorong orang untuk enggan berangkat perang, namun kemudian mereka memo-hon pertolongan kepada Allah تعالى dan tetap melakukan jihad terse-but, ﴾ مِنۢ بَعۡدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٖ مِّنۡهُمۡ ﴿ "setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling", yakni hati mereka berbalik dan cenderung kepada ketenangan dan kenyamanan, akan tetapi Allah meneguhkan, men-dukung, dan menguatkan mereka. Berpalingnya hati adalah penyelewengannya dari jalan yang lurus, jika penyelewengannya pada dasar agama, maka ia adalah kekufuran, jika pada syariatnya, maka hal itu menurut syariat di mana dia menyimpang darinya. Bisa dalam bentuk dia lalai dalam menunaikannya, atau menunaikannya secara tidak syar'i. Firman-Nya, ﴾ ثُمَّ تَابَ عَلَيۡهِمۡۚ ﴿ "Kemudian Allah menerima taubat mereka itu." ﴾ إِنَّهُۥ بِهِمۡ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ ﴿ Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penya-yang kepada mereka." Di antara kasih sayangNya adalah memberi mereka nikmat taubat dan menerimanya dari mereka serta mene-guhkan mereka di atasnya.
Tindakan ayat